Katalog
Menunggu
Setiap cerita bisa dibaca sendiri dalam waktu sekitar semenit. Masing-masing punya URL sendiri — klik untuk membuka, salin untuk berbagi. Katalog terus bertambah; tidak ada yang dihapus.
- Bara lama1 mnt
Cahaya Dapur
Rumah itu belum pernah sesenyap ini. Mereka berdua juga belum, dulu — dan mereka lupa cara mengisinya.
Baca → - Bara lama1 mnt
Jalan Memutar
Hari Minggu adalah milik anjing itu. Tak seorang pun sepakat perjalanan pulang akan memakan waktu satu jam.
Baca → - Bara lama1 mnt
Wol
Dia datang untuk mantel itu. Perempuan itu butuh empat musim dingin untuk memutuskan mantel itu miliknya.
Baca → - Setelah gelap1 mnt
Dini Hari
Menu streaming terus-menerus bertanya apakah mereka masih menonton, dan tak satu pun dari mereka meraih remote untuk menjawabnya.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Cahaya Siang
Jalanan mengucapkan apa yang malam telah diam-diamkan, dan tak satu pun dari mereka keberatan.
Baca → - Setelah gelap1 mnt
Garis Air
Ia membiarkan lilin menyala hingga tersisa sesenti terakhir sebelum masuk ke bak mandi, dan tinggal di sana persis selama lilin itu menyala.
Baca → - Menunggu1 mnt
Jam Sebelum
Ia berdandan satu jam lebih awal, dengan sengaja — itulah bagian malam yang menolak untuk dihabiskan sebelum waktunya.
Baca → - Bara lama1 mnt
Jalan Masuk
Lampu belakang mobil menghilang di tikungan, dan untuk pertama kalinya dalam delapan belas tahun, jalan masuk itu tak punya apa-apa lagi untuk ditunggu.
Baca → - Setelah gelap1 mnt
Kilat Panas
Listrik padam pukul sebelas, dan menjelang tengah malam satu-satunya cahaya yang tersisa datang dari langit yang tak pernah repot-repot menggelegar.
Baca → - Bara lama1 mnt
Jendela Badai
Jendela yang menghadap danau itu tak pernah pas terkunci pada percobaan pertama — tidak sekali pun dalam sebelas tahun, dan malam ini pun tidak.
Baca → - Bara lama1 mnt
Perbaikan
Dia menelepon karena jendela itu macet — dan karena pukul sebelas pagi di hari Rabu, dia tidak bisa memikirkan siapa lagi yang ingin dia.
Baca → - Bara lama1 mnt
Hari Selasa
Dia tidak menyebut namanya — dia hanya meletakkan minuman di sebelah gelas miliknya di rel, gin tanpa bertanya, dan berdiri cukup dekat sehingga kehangatan tubuhnya menembus empat tahun.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Masih
Dia sudah terjaga saat dia membuka mata, dan keduanya tidak meraih ponsel.
Baca → - Bara lama1 mnt
Ujung Dalam
Dia melihatnya lebih dulu — dan punya tepat tiga detik untuk memutuskan apa yang akan dilakukan dengannya.
Baca → - Menunggu1 mnt
Pintu Taman
Mereka berdiri di luar kebisingan pesta, cukup dekat sehingga menunggu terasa seperti sentuhan tersendiri.
Baca → - Bara lama1 mnt
Garis
Dia punya alasan — sesuatu yang praktis — tapi saat dia mengucapkan namanya, alasan itu menjadi hal paling tidak menarik di garis itu.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Satunya Lagi
Dia menemukannya di meja samping sebelum dia bangun, dan membiarkannya di sana.
Baca → - Bara lama1 mnt
Dua Blok
Dia tahu apa yang dia maksudkan dan apa yang tidak, dan dia masuk ke mobil.
Baca → - Setelah gelap1 mnt
Sudah Terjaga
Dia tahu dia terjaga—sudah tahu selama lebih dari satu jam—dan keduanya tidak mengatakan sepatah kata pun, yang merupakan percakapan tersendiri.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Laci
Dia meraih resleting sendiri, dan dia berkata ada kopi, dan keduanya tidak bermaksud apa yang mereka katakan.
Baca → - Bara lama1 mnt
Kanopi
Dia tidak melihatnya hingga dia sudah berada di sampingnya, dan saat itu sudah terlambat untuk keduanya berpura-pura.
Baca → - Bara lama1 mnt
Kode Area
Dia tidak menghapus nomornya — hanya mengubah nama, seolah-olah ponsel tidak akan tahu.
Baca → - Api yang pelan1 mnt
Cahaya Utara
Dia baru diizinkan melihat lukisan itu, dan dengan kuas di tangan, dia mengerti bahwa dia telah menunggu momen ini dengan tepat.
Baca → - Orang asing1 mnt
Tiga Blok
Dia memilih meja terdekat jendela untuk pemandangan, bukan untuk teman.
Baca → - Bara lama1 mnt
Memori Otot
Seluruh tubuhnya adalah wilayah akrab yang tidak lagi memiliki hak untuk dijamah.
Baca → - Bara lama1 mnt
Morrison
Delapan tahun, dan dia masih menoleh sebelum dia sampai — semacam kesadaran tepi yang bertahan dari segala yang lain.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Apa yang Dilakukan Cahaya
Sepatunya ada di tangannya sebelum dia teringat tidak ingin pergi.
Baca → - Bara lama1 mnt
Jeda
Mereka telah sepakat untuk makan malam, tidak lebih — dan keduanya tahu persis apa arti itu.
Baca → - Bara lama1 mnt
Saat Diam
Dia masuk pukul 9 lewat 10 menit, dan dia menyadari bahwa dia telah menunggu.
Baca → - Bara lama1 mnt
Pernikahan Itu
Mereka mendudukkan kami satu meja. Seseorang, entah di mana, mengira itu kebaikan.
Baca → - Bara lama1 mnt
Dua Belas Tahun
Dua belas tahun berlalu, dan dia masih bertanya. Itulah dia — dia masih selalu bertanya.
Baca → - Bara lama1 mnt
Kardus Terakhir
Tinggal satu kardus, dan mereka berdua tahu ini tidak pernah benar-benar soal kardus.
Baca → - Menunggu1 mnt
Jangan Katakan
Tangannya ada di dadanya. Dua jari. Tekanan paling ringan yang mungkin.
Baca → - Orang asing1 mnt
Atlanta
Kereta itu sudah terlambat satu jam ketika perempuan itu duduk di hadapannya.
Baca → - Pagi setelahnya1 mnt
Pagi
Dia membuat kopi di dapur laki-laki itu seolah dia tinggal di sana. Mungkin memang begitu. Mungkin memang selalu begitu.
Baca → - Api yang pelan1 mnt
Tiga Kancing
Seluruh makan malam itu bisa saja terbakar dan kami tidak akan beranjak.
Baca → - Bara lama1 mnt
Pertemuan
Dia mengenali bahu perempuan itu sebelum wajahnya — cara udara di sekitarnya seakan sengaja diukir.
Baca → - Setelah gelap1 mnt
Menunggu
Dia bilang tunggu. Cukup tunggu. Pulau dapur itu dingin di telapak tangannya.
Baca →