Skip to main content

Cerita malam iniBara lama1 mnt

Garis

Dia punya alasan. Dia memastikan itu — sesuatu yang praktis, sesuatu yang bisa dia jelaskan pada dirinya sendiri pada jam sebelas malam.

Nomornya masih ada di ponselnya, tercatat hanya dengan nama depannya, seperti cara menyimpan nomor dokter gigi. Dia melihatnya dua kali sebelum dia menelepon.

Dia menjawab pada dering kedua. Suaranya punya jeda kecil yang dia lupa — celah di antara memutuskan untuk berbicara dan benar-benar berbicara, seolah-olah harus melewati sesuatu terlebih dahulu.

Dia memberitahunya mengapa dia menelepon. Dia mendengarkan tanpa menyela. Itu masih benar tentang dirinya: dia mendengarkan sampai akhir sebelum memutuskan apa yang dia pikir.

'Mudah,' katanya. 'Aku bisa melakukan itu.' Dia berterima kasih. Tentu saja, katanya. Dan kemudian tidak ada satupun yang menutup telepon.

Dia menghitung sampai tiga. Dia mengucapkan namanya — hanya namanya, tidak ada yang menempel — dan sesuatu di dadanya bergerak ke samping, pergeseran tanpa kata yang tepat untuk itu.

'Aku tahu,' katanya, padahal dia belum mengatakan apa pun.

'Aku sudah bertanya-tanya,' katanya.

Di luar jendelanya, sebuah mobil melewati cukup lambat sehingga musiknya tiba dalam kepingan — bas, kemudian suara, kemudian keheningan, kemudian hilang.

'Kamu ingin—'

'Tidak,' katanya. 'Ya. Aku tidak tahu apa yang aku inginkan.'

'Sama,' katanya.

Dia memegang ponsel ke pipinya sejenak setelah mereka mengucapkan selamat tinggal. Kehangatan yang ditinggalkannya di sana bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Katalog

Pilih satu untuk dibawa ke ranjang.

Setiap cerita bisa dibaca sendiri dalam waktu sekitar semenit. Masing-masing punya URL sendiri — klik untuk membuka, salin untuk berbagi. Katalog terus bertambah; tidak ada yang dihapus.

Publikasi ini

Fiksidewasa,ditulisseolahitupenting.

SparkBang menerbitkan satu cerita pendek baru setiap malam. Kami tidak membuat video atau konten streaming. Kami membuat prosa — singkat, bermuatan, jenis yang akan kamu garis bawahi dalam buku jika kamu memilikinya dalam bentuk cetak.

  1. Satu cerita, setiap malam

    Sebuah cerita baru hadir tepat tengah malam waktu Pasifik. Yang malam ini ada di bagian atas halaman. Yang kemarin ada di katalog. Yang lusa, yang kemarin lusa, sampai yang pertama — semuanya masih di sana, persis seperti saat ditulis.

    Setiap malam
  2. Sugestif, bukan eksplisit

    Kami menulis detik sebelumnya dan detik sesudahnya. Kami mempercayakan bagian di antaranya kepadamu. Cerita-cerita ini singkat dengan sengaja, sugestif dengan sengaja, dan disunting hingga setiap kalimat layak menempati tempatnya.

    Dengan keahlian
  3. Untuk dibagikan, bukan untuk diklaim

    Setiap cerita punya URL yang bersih. Kirimkan. Kutip dengan kredit. Bacakan keras-keras kepada siapa yang layak mendengarnya. Jangan terbitkan ulang sebagai milikmu — nama pengarang itu penting.

    Rak terbuka

Posisi membaca

Cara membaca ini.

Publikasi yang singkat adalah ritual yang singkat. Inilah tujuh petunjuk yang ditempel oleh para editor kami di dinding, di atas meja. Pinjam.

  1. Cari jendela.

    Buka jika bisa. Jenis udara yang masuk lewat jendela adalah jenis udara yang untuk itulah tulisan ini dibuat.

  2. Matikan lampu plafon.

    Lampu meja tidak apa-apa. Cahaya lilin juga. Layarmu pun bisa, di kecerahan paling rendah.

  3. Letakkan ponsel terbalik.

    Tanpa notifikasi, tanpa gulir, tanpa memberi tanda kehidupan selama satu menit ke depan.

  4. Jangan minum apa pun dulu.

    Simpan gelasmmu untuk sesudah. Membaca dulu.

  5. Baca keras-keras jika kamu sendirian.

    Bisikkan jika tidak. Gerakkan bibir dalam kondisi apa pun: cerita-cerita ini ditulis untuk didengar.

  6. Jangan membaca sambil memindai.

    Setiap cerita singkat dengan sengaja. Ritme adalah hal yang penting. Kalimat-kalimat bertahan tepat selama seharusnya.

  7. Diamlah sebentar sesudahnya.

    Jangan muat ulang, jangan bagikan, jangan ceritakan kepada siapa pun dulu. Biarkan kalimat terakhir mendarat sebelum kamu bergerak.

— Para editor